Trik Operator SPBU

Mau menjelaskan mitos yang pastinya anda mungkin sudah tau, berikut penjelasannya (rekan saya :D )

Beberapa tahun yang lalu, sebelum saya bergabung dengan Pertamina, saya pernah menyaksikan salah satu stasiun TV swasta menayangkan trik operator SPBU dalam memainkan takaran BBM.
Dalam tayangan tersebut pembawa berita menceritakan bahwa operator mengurangi takaran dengan cara memainkan nozzle, dilepas dan ditekan, mirip seperti yang diceritakan dalam cerita BM di bawah.
Semenjak tayangan tersebut, saya termasuk pelanggan yang seringkali menegur operator SPBU untuk tidak memainkan nozzle saat mengisi BBM.

Pada tahun 2007 saya bergabung dengan Pertamina sebagai Sales Representative Tegal, yang salah satu tugasnya adalah memastikan pelayanan di SPBU berjalan dengan baik.
Di minggu pertama, saya meminta tim ServQ (tim lapangan) untuk mengawasi dan menegur operator SPU yang memainkan nozzle di SPBU, dengan maksud untuk menjaga takaran di SPBU.
Salah satu tim ServQ saya, Dani Andrianto, menolak dan malah mengajak saya ke salah satu SPBU untuk melakukan apa yang dilakukan oleh operator SPBU, yaitu memainkan nozzle.

Sesampai di salah satu SPBU, kami mengambil bejana ukur 20 liter sebagai alat ukur standar resmi yang digunakan untuk mengukur jumlah / takaran BBM yang dikeluarkan oleh pompa dispenser.
Bejana ukur ini secara periodik (6 bulan) ditera oleh dinas Metrologi setempat.

Pertama tama, saya mengeluarkan premium dari pompa dispenser sebanyak 20 liter ke dalam bejana ukur tersebut tanpa melepas nozzle (mengunci handle). Kami kemudian mencatat hasil pengukuran di bejana, yaitu sebanyak 20,01 liter. Selanjutnya, bejana tersebut kami keringkan (lap) untuk memastikan tidak adanya sisa BBM di dalam bejana untuk pengukuran berikutnya.

Saya kemudian mencoba cara kedua, yaitu dengan memainkan nozzle dengan cara dilepas dan ditekan hingga angka di mesin menunjukkan 20 liter.
Hasilnya ? Sungguh di luar perkiraan saya.
Dari hasil pengukuran, premium yang dikeluarkan dengan cara tersebut ternyata jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan cara pertama tanpa melepas nozzle, yaitu sebanyak 20,05 liter.
Mengapa hal ini bisa terjadi?

Pompa dispenser ternyata memiliki kecenderungan untuk lebih (plus) saat mengeluarkan BBM dalam jumlah sedikit. Hal ini disebabkan karena tekanan awal pompa dispenser lebih kuat di awal pengeluaran BBM, dan kemudian menjadi stabil saat pengeluaran berjalan lebih banyak. Kondisi ini menjadi alasan mengapa pemerintah (melalui dinas metrologi) mensyaratkan penggunaan bejana ukur 20 liter, meskipun tersedia bejana ukur 10 liter. Tujuannya adalah untuk mendapatkan perhitungan takaran yang stabil.
Tidak heran apabila pengguna sepeda motor, yang biasanya membeli 2-3 liter akan mendapatkan jumlah BBM yang lebih banyak dari yang ditunjukan oleh mesin.

Untuk memastikan bahwa takaran pompa dispenser di SPBU pas, dinas metrology secara rutin melakukan tera dengan menggunakan bejana ukur 20 liter, dan kemudian mensegel flow meter, yaitu alat yang berfungsi untuk mengatur kecepatan arus dan jumlah BBM yang dikeluarkan oleh pompa dispenser sesuai dengan petunjuk angka di mesin.

Setiap nozzle umumnya dilengkapi dengan system sensor berupa pelampung yang akan menutup / melepas handle saat cairan BBM menyentuh nozzle. Bagi konsumen yang ingin mengisi full tank, operator harus menekan kembali nozzle sesaat setelah handle terlepas.

Saya sempat memperhatikan, operator yang sudah mulai kelelahan memegang nozzle setelah mengisi banyak kendaraan (khususnya sepeda motor), tanpa sadar melepas dan menekan nozzle.
Tindakan ini justru malah menguntungkan konsumen. Tidak percaya ? Silahkan mencoba.

Semoga apa yang saya sampaikan dapat merubah persepsi mengenai SPBU yang kita miliki saat ini.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: