Sunset Policy & Perubahan UU Pajak Penghasilan No. 36 Tahun 2008

Berikut informasi yang saya dapat seputar NPWP dan Sunset Policy

Sehubungan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2008 Tentang ”Perubahan Keempat Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan” mulai berlaku effektif tanggal 01 Januari 2009 yang isinya antara lain menyebutkan mengenai :

(1) Perubahan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) bagi karyawan dan tanggungan karyawan (Istri, Anak, Orang Tua/Mertua).
(2) Tarif Pajak yang diterapkan atas PKP (Penghasilan Kena Pajak) bagi wajib pajak orang pribadi dalam negeri.
Dan beberapa informasi kebijakan dari Ditjen Pajak yang menjalankan Program Sunset Policy yaitu salah satu kebijakannya adalah : pembayar pajak yang belum memiliki NPWP harus membayar 20% lebih besar dari Tarif Pajak normal

Apa keuntungan memiliki NPWP di tahun 2009?

  • Besarnya tarif pajak yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP lebih tinggi 20% (dua puluh persen) daripada tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan NPWP. (*) Pasal 21 Ayat 5a – UU PPh No. 36 Tahun 2008
  • Dibebaskan dari pembayaran Fiskal Luar Negeri
    (*) Pasal 25 Ayat 8 – UU PPh No. 36 Tahun 2008

Perbedaan Tarif Pajak lama

Tarif Pajak NPWP

Tarif Pajak Non NPWP

Lapisan Penghasilan

5%

6%

0 – 50 Juta

15%

18%

50 Juta – 250 Juta

25%

30%

250 Juta – 500 Juta

30%

36%

> 500 Juta

Apa Kewajiban setelah memiliki NPWP ?

Setelah memiliki NPWP, anda wajib menghitung dan melaporkan seluruh penghasilan dalam satu tahun pada SPT Tahunan 1770 atau 1770(S).

Sunset Policy?

Sunset Policy yaitu fasilitas penghapusan sanksi administrasi berupa bunga sebagaimana diatur dalam Pasal 37A Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007. Kebijakan ini memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memulai kewajiban perpajakannya dengan benar.

Dasar Hukum :

  1. UU No. 28 Tahun 2007 tentang KUP pasal 37 A
  2. PP No. 80 Tahun 2007 Pasal 33
  3. P M K No. 66/PMK/2008
  4. Per Dirjen Pajak No. 27 Tahun 2008
  5. Per Dirjen Pajak No. 30 Tahun 2008
  6. S E Dirjen Pajak No. 31 Tahun 2008
  7. S E Dirjen Pajak No. 33 Tahun 2008
  8. S E Dirjen Pajak No. 34 Tahun 2008

Siapa yang dapat menikmati Sunset Policy?

  • Wajib Pajak yang baru memiliki NPWP di tahun 2008 dapat melakukan Sunset Policy dari tahun 2007, 2006, 2005, dst…
  • Wajib Pajak yang telah memiliki NPWP sebelum tahun 2008 dapat melakukan Sunset Policy dari tahun 2006, 2005, 2004 dst…

Persyaratan Sunset Policy

  • Mendaftarkan diri memperoleh NPWP tahun 2008;
  • Tidak sedang dilakukan:
  1. Pemeriksaan Bukti Permulaan,
  2. Penyidikan,
  3. Penuntutan, atau
  4. Pemeriksaan di pengadilan atas tindak pidana di bidang perpajakan;
  • Menyampaikan SPT Tahunan Tahun Pajak 2007 & sebelumnya paling lambat tanggal 31 Maret 2009; dan
  • Melunasi seluruh pajak yang kurang dibayar sebelum SPT tersebut disampaikan

Cara Penyampaian SPT Sunset Policy

  • Menggunakan form SPT Tahunan PPh Tahun Pajak ybs.
  • Menuliskan ”Pembetulan berdasarkan Pasal 37A UU KUP” atau ”SPT berdasarkan Pasal 37A UU KUP” di bagian atas tengah SPT Induk & setiap lampirannya.
  • Kurang bayar dilunasi dg menggunakan SSP.
  • Melampirkan SSP Lb-3 pd SPT Tahunan PPh.
  • Disampaikan ke KPP tempat terdaftar.

Surat Ucapan Terima Kasih

Surat Ucapan Terima Kasih dikirim paling lambat 1 (satu) minggu setelah SPT Tahunan PPh atau pembetulan SPT Tahunan PPh diterima, kecuali SPT Wajib Pajak sedang dalam pemeriksaan maka Surat Ucapan Terima Kasih dikirim paling lambat 1 (satu) bulan.

*source: materi presentasi LF Consulting Tax & Financial Services

2 Komentar (+add yours?)

  1. omiyan
    Des 18, 2008 @ 15:51:41

    semoga dengan adanya sunset ini penerimaan negara bisa tercapai…..tapi masih banyak yang ragu apakah ini suatu jebakan atau tidak….tapi sudah sebagian besar dengan kesadaran diri memanfaatkan sunset policy ini…

    salam hangat selalu dari tangtim

    Haris Fadillah Reply:

    Amin om…bosen juga liat keadaan negara kayak gini. Padahal klo di gunakan dengan semestinya negara ini pasti bisa maju apalagi negara ini kaya. Mentalnya harus di ubah para pemimpin maupun rakyatnya. Ayo di mulai dari kita masing2. merdeka…!!!😆

    Balas

  2. ZAENAL
    Des 31, 2008 @ 09:18:28

    Bagaimana menghitung pajak penghasilan bila seorang warga negara tidak punya penghasilan tetap? Misalnya padagan kaki lima , karena bukan karyawan kantoran yang dlm sebulan jelas penghasilannya. Boleh jadi suatu ketika (sebulan) penghasilannya besar, namun pada waktu yang lain sangat minim, bahkan boleh dikata hanya untuk menutupi biaya hidupnya atau mungkin merugi. Gmn hitung pajak penghasilannya?

    Haris Fadillah Reply:

    Coba om liat di website ini, semoga bisa membantu http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/cara-menghitung-pph-orang-pribadi.html

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: