Pendaftaran Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) 2013

Gambar

Pendaftaran Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) 2013

Silahkan bagi yang mau daftar ke http://www.penerimaan.polri.go.id/index.php#slide-main

Iklan

Trik Operator SPBU

Mau menjelaskan mitos yang pastinya anda mungkin sudah tau, berikut penjelasannya (rekan saya 😀 )

Beberapa tahun yang lalu, sebelum saya bergabung dengan Pertamina, saya pernah menyaksikan salah satu stasiun TV swasta menayangkan trik operator SPBU dalam memainkan takaran BBM.
Dalam tayangan tersebut pembawa berita menceritakan bahwa operator mengurangi takaran dengan cara memainkan nozzle, dilepas dan ditekan, mirip seperti yang diceritakan dalam cerita BM di bawah.
Semenjak tayangan tersebut, saya termasuk pelanggan yang seringkali menegur operator SPBU untuk tidak memainkan nozzle saat mengisi BBM.

Pada tahun 2007 saya bergabung dengan Pertamina sebagai Sales Representative Tegal, yang salah satu tugasnya adalah memastikan pelayanan di SPBU berjalan dengan baik.
Di minggu pertama, saya meminta tim ServQ (tim lapangan) untuk mengawasi dan menegur operator SPU yang memainkan nozzle di SPBU, dengan maksud untuk menjaga takaran di SPBU.
Salah satu tim ServQ saya, Dani Andrianto, menolak dan malah mengajak saya ke salah satu SPBU untuk melakukan apa yang dilakukan oleh operator SPBU, yaitu memainkan nozzle.

Sesampai di salah satu SPBU, kami mengambil bejana ukur 20 liter sebagai alat ukur standar resmi yang digunakan untuk mengukur jumlah / takaran BBM yang dikeluarkan oleh pompa dispenser.
Bejana ukur ini secara periodik (6 bulan) ditera oleh dinas Metrologi setempat.

Pertama tama, saya mengeluarkan premium dari pompa dispenser sebanyak 20 liter ke dalam bejana ukur tersebut tanpa melepas nozzle (mengunci handle). Kami kemudian mencatat hasil pengukuran di bejana, yaitu sebanyak 20,01 liter. Selanjutnya, bejana tersebut kami keringkan (lap) untuk memastikan tidak adanya sisa BBM di dalam bejana untuk pengukuran berikutnya.

Saya kemudian mencoba cara kedua, yaitu dengan memainkan nozzle dengan cara dilepas dan ditekan hingga angka di mesin menunjukkan 20 liter.
Hasilnya ? Sungguh di luar perkiraan saya.
Dari hasil pengukuran, premium yang dikeluarkan dengan cara tersebut ternyata jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan cara pertama tanpa melepas nozzle, yaitu sebanyak 20,05 liter.
Mengapa hal ini bisa terjadi?

Pompa dispenser ternyata memiliki kecenderungan untuk lebih (plus) saat mengeluarkan BBM dalam jumlah sedikit. Hal ini disebabkan karena tekanan awal pompa dispenser lebih kuat di awal pengeluaran BBM, dan kemudian menjadi stabil saat pengeluaran berjalan lebih banyak. Kondisi ini menjadi alasan mengapa pemerintah (melalui dinas metrologi) mensyaratkan penggunaan bejana ukur 20 liter, meskipun tersedia bejana ukur 10 liter. Tujuannya adalah untuk mendapatkan perhitungan takaran yang stabil.
Tidak heran apabila pengguna sepeda motor, yang biasanya membeli 2-3 liter akan mendapatkan jumlah BBM yang lebih banyak dari yang ditunjukan oleh mesin.

Untuk memastikan bahwa takaran pompa dispenser di SPBU pas, dinas metrology secara rutin melakukan tera dengan menggunakan bejana ukur 20 liter, dan kemudian mensegel flow meter, yaitu alat yang berfungsi untuk mengatur kecepatan arus dan jumlah BBM yang dikeluarkan oleh pompa dispenser sesuai dengan petunjuk angka di mesin.

Setiap nozzle umumnya dilengkapi dengan system sensor berupa pelampung yang akan menutup / melepas handle saat cairan BBM menyentuh nozzle. Bagi konsumen yang ingin mengisi full tank, operator harus menekan kembali nozzle sesaat setelah handle terlepas.

Saya sempat memperhatikan, operator yang sudah mulai kelelahan memegang nozzle setelah mengisi banyak kendaraan (khususnya sepeda motor), tanpa sadar melepas dan menekan nozzle.
Tindakan ini justru malah menguntungkan konsumen. Tidak percaya ? Silahkan mencoba.

Semoga apa yang saya sampaikan dapat merubah persepsi mengenai SPBU yang kita miliki saat ini.

Merger sistem LippoBank ke CIMBNiaga

Barusan dari ATM LippoBank n dapet Info kayak gini : 14 Mei pk 22.00 – 17 Mei pk 21.00 Layanan Kartu Debit Terbatas INFO Hubugi 14041

Kalo yang ini untuk LBNet Bankingnya

Kepada Nasabah CIMB Niaga Yang Terhormat,

Terima kasih atas kepercayaan Anda sebagai pengguna setia LB NetBank.
Sehubungan dengan merger antara PT Bank CIMB Niaga Tbk dengan PT Bank Lippo Tbk, dengan ini kami informasikan bahwa:

– Efektif tanggal 14 Mei 2009 pukul 22.00 WIB, layanan LB NetBank tidak dapat melayani seluruh pembayaran tagihan.
– Efektif tanggal 15 Mei 2009 pukul 12.00 WIB, layanan LB NetBank hanya meliputi informasi saldo dan pemindahbukuan sesama rekening LippoBank.
– Efektif tanggal 15 Mei 2009 pukul 21.00 WIB, layanan LB NetBank sudah tidak dapat diakses untuk melakukan transaksi Internet Banking.
– Bagi pengguna LB NetBank yang telah mendaftarkan transaksi Post Dated (transaksi sesuai tanggal) dan Reccuring (transaksi terjadwal)
yang jatuh pada tanggal 15 Mei 2009 sampai dengan 17 Mei 2009, mohon agar dapat memindahkannya di luar tanggal 15, 16 dan 17 Mei 2009 atau
melakukan transaksi Immediate (Segera) di luar tanggal tersebut.
– Pada tanggal 17 Mei 2009 pukul 12.00 WIB Anda dapat menikmati lagi layanan Internet Banking dari CIMB Niaga
dengan menggunakan User ID dan Pasword Anda yang masih berlaku.

Langkah-langkah akses ke Internet Banking CIMB Niaga:

– Anda dapat mengakses Internet Banking CIMB Niaga melalui alamat http://www.cimbniaga.com.
Silahkan masukkan nomor Customer Identification Number (CIF) Anda pada waktu login pertama
kali. Nomor CIF Anda akan kami kirimkan melalui email pada tanggal 17 Mei 2009. Anda juga dapat memperoleh Nomor CIF di Cabang atau Call Center 14041.
Kami juga akan mengirimkan nomor CIF Anda melalui email pada tanggal 17 Mei 2009.
– Untuk melakukan transaksi finansial (pemindahbukuan, transfer, pembayaran dan pembelian) Anda membutuhkan mPIN (mobile PIN).
Penjelasan untuk mendapatkan mPIN tersedia pada menu Help.
– Nomor rekening lama Anda (11 digit) tetap dapat digunakan sebagai penerima dana meskipun terdapat perubahan nomor rekening menjadi 13 digit.

Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi Call Center 14041 atau cabang CIMB Niaga terdekat.

Terima kasih atas perhatiannya.

Hormat kami,
Suhaimin Johan
Retail Banking Director

Huhuhuhu….piye ki klo lagi butuh duit besok…apa ada yang mo ngutangin? :mrgreen: